HAKIKAT BELAJAR
I. PENGERTIAN BELAJAR
1. Situasi belajar harus bertujuan .
2. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri.
3. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.
4. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenarnya..
5. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan.
6. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya
.
1. Tingkah laku dimotovasi.
2. Tingkah laku yang bermotivasiTujuan yang disadari oleh seseorang.
3. Lingkungan menyediakan kesempatan untuk bertingkah laku tertentu.
4. Tingkah laku dipengaruhi oleh proses dalam organisme.
5. Tingkah laku ditentukan oleh kapasitas dalam diri organisme manusia.
1. Teori psikologi klasik.
2. Teori psikologi daya.
3. Teori mental state.
4. Teori psikologi behaviorisme.
5. Teori psikologi Gestalt.
2. TEORI BELAJAR
1. Perantara sentral (central intermdiaries).
2. Struktur kognitif.
3. Pemahaman dalam pemecahan masalah.
Prinsip - prinsip Belajar Teori Kognitif
1. Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa
2. Organisasi pengetahuan .
3. Belajar dengan pemahaman
4. Umpan balik kognitif.
5. Penetapan tujuan
6. Berpikir devergen.
b. Belajar Menurut Psikologi Gestalt
a. Belajar berbeda dengan kematangan.
b. Belajar dibedakan dari perubahan fisik dan mental.
c. Ciri belajar yang hasilnya relatif menetap.
a. Motivasi siswa,
b. Bahan Belajar.
c. Alat bantu belajar.
d. Suasana belajar.
e. Kondisi subjek yang belajar.
Sistem pembelajaran dapat dilaksanakan dengan cara membaca buku, belajar di kelas atau di sekolah, karena diwarnai oleh organisasi dan interaksi antara berbagai komponen yang saling berkaitan, untuk membelajarkan peserta didik.
Mengajar adalah Mewariskan Kebudayaan Kepada Generasi Muda Melalui Lembaga Pendidikan Sekolah.
Pembelajaran adalah Upaya Mengorganisasi Lingkungan untuk Menciptakan Kondisi Belajar bagi Peserta didik.
Pembelajaran adalah Upaya Mempersiapkan Peserta Didik untuk Menjadi Warga Masyarakat yang baik.
Pembelajaran adalah Suatu Proses Membantu Siswa Menghadapi Kehidupan Masyarakat Sehari-hari.
a. Rencana.
b. Kesalingketergantungan
c. Tujuan.
Motivasi membelajarkan siswa.
Kondisi guru siap membelajarkan siswa.
Motivasi belajar menuntut sikap tanggap dari pihak guru serta kemampuan untuk mendorong motivasi dengan berbagai upaya pembelajaran.
1. Prinsip kebermaknaan.
2. Prasyarat.
3. Model.
4. Komunikasi terbuka.
5. Daya tarik.
6. Aktif dalam latihan.
7. Latihan yang terbagi.
8. Tekanan instruksional.
9. Keadaan yang menyenangkan.
Sumber-sumber yang digunakan sebagai bahan belajar terdapat pada :
1. Buku pelajaran.
2. Pribadi guru sendiri.
3. Sumber masyarakat.
Prosedur yang dapat ditempuh :
1. Memilih dan menggunakan alat bantuan yang tersedia di sekolah sesuai dengan rencana pembelajaran.
2. Siswa memilih dan membuat sendiri alat bantuan yang diperlukannya, berdasarkan petunjuk dan bantuan guru.
3. Membeli di pasaran bebas seandainya alat-alat yang diperlukan itu ada dan cocok untuk kegiatan belajar yang akan dilakukan.
1. Sikap guru sendiri terhadap pembelajaran di kelas.
2. Perlu adanya kesadaran yang tinggi dikalangan siswa untuk membina disiplin dan tata tertib yang baik dalam kelas.
Subjek belajar yang berada dalam kondisi kurang mantap perlu diberikan pembinaan.
Pembinaan kesehatan, penyesuaian bahan belajar dengan tingkat kecerdasan siswa, memperhatikan tingkat kesiapan belajar yang tepat waktunya, penyesuaian bahan belajar dengan kemampuan dan bakatnya, dan memberikan pengalaman-pengalaman yang perekuisit, semua kondisi itu perlu dikontrol oleh guru.







0 komentar:
Posting Komentar