This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Kamis, 12 November 2009

Pilar Belajar

Empat Pilar Belajar
Untuk menghadapi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan dunia yang sangat cepat, Unesco (Nana Syaodih Sukmadinata, 2005) merumuskan empat pilar belajar, yaitu: belajar mengetahui (learning to know), belajar berkarya (learning to do), belajar hidup bersama (learning to live together), dan belajar berkembang secara utuh (learning to be).
1. Belajar mengetahui (learning to know)
Belajar mengetahui berkenaan dengan perolehan, penguasaan dan pemanfaatan informasi. Dewasa ini terdapat ledakan informasi dan

Hakekat Belajar

HAKIKAT BELAJAR

I. PENGERTIAN BELAJAR
 a. Pengertian Belajar yang Populer
 Adapun hal-hal yang berhubungan dengan belajar :
1. Situasi belajar harus bertujuan .
2. Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri.
3. Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.
4. Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenarnya..
5. Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan.
6. Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya

Hakekat Pembelajaran

Hakikat Pembelajaran
Ditulis oleh Erman Suherman

Penulis: Drs. H. Erman Suherman, M.Pd. (dosen pada FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia di Bandung). Abstrak: Manusia adalah makhluq ciptaan Alloh yang paling sempurna karena dibekali akal, rasa, minat, dan bakat sebagai potensi setiap individu yang sangat bernilai dan modal dasar untuk hidup dan kehidupannya. Pembelajaran pada hakekatnya adalah untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan pengembangan potensi tersebut, dengan demikian guru sebagai sutradara seyogianya merencanakan dengan matang skenario dalam RPP agar siswa beraktivitas tinggi melalui penalaran, mencoba, eksplorasi, konjektur, hipotesis, generalisasi, inkuiri, komunikasi, kolaborasi, dan

Hakekat Marematika

Proses belajar matematika dan hakekat matematika
Posted on Juli 4, 2009 by techonly13

Proses Belajar Mengajar Matematika
      Proses belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan antara siswa dengan guru dan antar sesama siswa dalam proses pembelajaran. Interaksi dalam proses belajar mengajar mempunyai arti luas, tidak sekedar hubungan antara guru dengan siswa tetapi juga interaksi edukatif, dalam hal ini bukan hanya menyampaikan pesan berupa mata pelajaran, melainkan juga nilai dan sikap pada diri siswa yang sedang belajar. Proses belajar mengajar matematika merupakan suatu kegiatan yang mengandung serangkaian persiapan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam proses belajar mengajar terdapat adanya satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara guru yang mengajar dengan siswa yang belajar.
     Menurut Usman (1993:4) belajar dapat diartikan